Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe. Kehadiran orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan sarana ibadah di sekolah mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan moral dan nilai-nilai keagamaan.
Bagi dunia pendidikan, ruang ibadah memiliki makna yang cukup luas. Mushola dapat menjadi tempat menunaikan ibadah sekaligus ruang pembelajaran karakter, kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian, serta pembentukan sikap positif yang menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut juga memperlihatkan kuatnya dukungan berbagai unsur terhadap pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan hadir, di antaranya Asisten Pemerintah Kabupaten Pasaman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Koordinator Wilayah Pendidikan, Pengawas Sekolah, serta jajaran BAZNAS.
Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan dan keamanan di tingkat wilayah. Camat, Wali Nagari, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta pemuka agama turut hadir dalam kegiatan tersebut, memperlihatkan adanya semangat gotong royong dalam mewujudkan fasilitas yang dibutuhkan warga sekolah.
Kepala SDN 03 Kampung Nan VI Trisna Syofneli Putri,S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan mushola. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Wakil Bupati Pasaman, Pemerintah Kabupaten Pasaman, Dinas Pendidikan, Koordinator Wilayah Pendidikan, Pengawas Sekolah, BAZNAS, pemerintah kecamatan dan nagari, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.
Menurut pihak sekolah, dukungan tersebut menjadi energi tersendiri untuk memastikan pembangunan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Kebersamaan yang terbangun juga menjadi gambaran bahwa kebutuhan sarana pendidikan dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, keberadaan mushola di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan kepribadian. Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk mengejar nilai, tetapi juga dibiasakan memiliki sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Peletakan batu pertama akhirnya menjadi awal dari sebuah harapan yang lebih besar. Mushola SDN 03 Kampung Nan VI diharapkan kelak bukan hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi menjadi ruang yang hidup dengan aktivitas ibadah, pembelajaran, dan pembentukan karakter generasi muda Pasaman.
Pembangunan tersebut diharapkan berjalan lancar hingga selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga SDN 03 Kampung Nan VI. Bahkan, jika memungkinkan, keberadaan mushola itu nantinya juga dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi Pasaman yang berilmu, berakhlak, dan memiliki nilai keagamaan yang kuat.
#Yeyen|Tessa

