Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

6.088 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta, Polda Metro Jaya Prioritaskan Pendekatan Humanis

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T07:28:52Z
 
NSNews | Jakarta Pusat (DKI Jakarta) – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.088 personel gabungan dari unsur Polri dan TNI untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik strategis Ibu Kota pada Jumat, 12 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pengamanan difokuskan pada beberapa lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, antara lain kawasan DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Kuda Arjuna Wiwaha, serta kawasan Cikini. Ribuan personel telah disiagakan sejak pagi untuk mengantisipasi dinamika yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung.
Kabid Humas Budi Hermanto menjelaskan bahwa penempatan personel di berbagai titik dilakukan untuk menjaga keamanan peserta aksi sekaligus masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.

Menurutnya, kehadiran aparat bukan untuk membatasi ruang demokrasi, melainkan menjamin hak konstitusional setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa prinsip utama pengamanan adalah memberikan perlindungan kepada seluruh pihak agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara damai dan tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.

“Kami hadir bukan untuk menghalangi, melainkan memastikan aspirasi dapat tersampaikan dengan aman dan damai,” ujar Budi Hermanto saat memberikan keterangan kepada awak media.

Arahan khusus juga diberikan oleh Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, kepada seluruh personel yang bertugas agar selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menghadapi massa aksi.

Seluruh petugas diminta mengutamakan kesabaran, profesionalisme, serta kemampuan komunikasi yang baik sehingga setiap potensi gesekan dapat dicegah sejak dini melalui dialog dan koordinasi.

Sebagai bagian dari komitmen pengamanan damai, personel yang ditugaskan di lapangan tidak diperkenankan membawa senjata api. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga suasana tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Di sisi lain, aparat keamanan tetap menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan munculnya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pengawasan dilakukan secara ketat terhadap berbagai potensi ancaman keamanan di sekitar lokasi demonstrasi.

Kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas dan proporsional akan diambil apabila ditemukan pihak-pihak yang membawa benda berbahaya, melakukan aksi anarkis, merusak fasilitas umum, atau mengganggu hak masyarakat lainnya selama pelaksanaan unjuk rasa.

Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan bersama agar aspirasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kerugian bagi siapa pun.

Dengan dukungan ribuan personel gabungan dan penerapan pendekatan humanis, aparat berharap pelaksanaan demonstrasi mahasiswa di Jakarta dapat menjadi contoh penyampaian pendapat yang demokratis, aman, dan tetap menghormati kepentingan seluruh masyarakat.

#Tim|Red


×
Berita Terbaru Update